Berita Terhangat :

Berita Terbaru

Forum Rembug Desa, Menuju Pejambon Terbuka

Written By Unknown on Kamis, 03 Agustus 2017 | 21:34


Forum Rembug Desa (FRD) di Deaa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo yang digelar hari ini (15/09/2016) akhirnya menyepakati perlunya sosialisasi keberadaan program Bank Sampah. “Program Bank Sampah memasuki tahap sosialisasi di tingkat RT, ini sesuai dengan hasil FRD hari ini,” kata Sufyan Tirto, selaku Plt Sekdes yang memimpin jalannya FRD di Balai Desa Pejambon tersebut.

Selain mengenai Bank Sampah yang merupakan implementasi pengelolaan lingkungan, FRD Pejambon juga membahas sejumlah topik menonjol lainnya, yakni tentang  pelayanan masyarakat, pembangunan desa dan pengelolaan keuangan.

Salah satu hasil yang cukup menarik dalam FRD itu adalah peluncuran SMS Center Desa. “Juga kita launching SMS Center Desa di nomor 082  298 156 979,” tambahnya.

Menurutnya, SMS Center Desa tersebut memang disediakan untuk masyarakat agar dapat dengan mudah untuk menyampaikan kritik, saran, informasi, dan aduan. “Dengan begitu lengkap sudah saluran yang disediakan oleh Pemdes Pejambon untuk akses informasi dan interaksi. Mulai web desa, baliho, pamflet, forum dialog, dan sekarang nomor layanan SMS,” jelasnya.

FRD Pejambon merupakan program rutin dari Pemdes Pejambon sejak awal tahun 2016 lalu dan diadakan rutin setiap 40 hari sekali. Setiap pelaksanaannya, Pemdes selalu mengundang seluruh stakeholder desa, mulai dari Kades dan perangkat desa, BPD beserta anggota Wali Amanah Desa, ketua lembaga desa, PKK, tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat hingga tingkat RT.

Cegah Korupsi Dengan Pemerintahan Yang Transparansi


Lomba OGP yang digagas oleh Bupati Bojonegoro kang Yoto ini,  sangatlah menarik untuk diamati dan diperhatikan, karena lomba yang diikuti oleh 56 Desa sekabupaten Bojonegoro ini baru pertama kali diadakan dan banyak mengandung maksud dari kegiatanya.,

Lomba yang menitik beratkan  pada orientasi Pemerintahan yang terbuka ini diharapkan dapat mendongkarak semangat Pemerintah Desa  agar menjadi terbuka dan siap menerima saran, kritik, informasi dan aduan dari masyarakat demi kemajuan Desa Sehingga kedepan dalam hal kebijakan Pelayanan, pelaksanaan pembangunan, dan pengelolaan keuangan, Pemerintah Desa mendapat kepercayan dari masyarakat.

Hal senada dikatakan oleh kang yoto terpilihnya Bojonegoro mewakili Indonesia dalam hal Pemerintahan Daerah yang terbuka,  ibarat dalam bahasa Jawa “ tumbu oleh Tutup “ memperoleh Jodohnya, antara Pemerintah dengan masyarakat telah terbangun ( kolaborasi action ) dan mudah mudahan nanti gerakan OGP ini diikuti  oleh desa diseluruh Kabupaten Bojonegoro.

Jika keterbukaan pemerintah Desa sudah menjadi budaya dan tradisi dikabupaten Bojonegoro ini, maka Korupsi  dibumi angling Darma akan menjadi berkurang, karena  masyarakat ikut terlibat  mengawasi dan mengamati jalanya roda pemerintahan dan sekaligus masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjalankan Pembangunan di pedesaan. (*/KIM-AJ)

Pembinaan KIM dan PERTURA Di Bakorwil Bojonegoro

Written By Unknown on Selasa, 18 Juli 2017 | 21:53

Bojonegoro - Banyak upaya yàng dilakukan oleh pemerintah jawa timur dalam memperdayakàn KIM dan PERTURA agar Kelompok informasi Masyarakat dan kelompok Pertura di  wilayah Bakorwil Bojonegoro bisa maksimal dan Optimal sebagai kelompok yang mampu menyampaikan pesan pesan moral melalui seni budaya.
 

Rapat singkronisasi dan pembinaan KIM dan PERTURA yang dibuka oleh kepala Bakorwil Bojonegoro Gatot Gunarso diikuti oleh 48 peserta dari 8 kabupaten / Kota Kediri  Jombang tuban Nganjuk kota Kediri Lamongan kota dan kab. Mojokerto dan kabupaten Bojonegoro.

” Mari kita giatkan kegiatan pertunjukan Rakyat di kabupaten masing masing untuk menyampaikan budaya kearifan lokal kabupaten kalian .” .kata Gatut Gunarso kepala bakorwil II Bojonegoro.

Acara pembinaan yang dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya ketua dewan kesenian jawa timur Maimura Dinas Kominfo jawa timur.

” Kami datang disini tidak sebagai narasumber namun lebih kepada penyampaian informasi pelàksanaan Pekan Kim 9 dan grand final LCCK yang akan di selenggarakan di  wilatikta kabupaten Pasuruan yang insyaalloh disertai 8 kegiatan” .Kata ambar salah satu kabid Kominfo Jawa timur. (suf/kim)

Jandom Bareng Kades Pejambon Media Interaksi Menuju Solusi

Written By Unknown on Kamis, 08 Juni 2017 | 21:56

Setelah menjadi desa terbuka  Pejambon semakin semangat untuk berinovasi dalam berinteraksi dengan warganya, salah satu aksinya dengan mengadakan acara Jandom Bareng ( Dialog )   dengan warga yang diharapakan mampu  menjadi inspirasi pemerintah Desa untuk  selalu berinteraksi dengan warganya dan menjadi media  warga untuk menyampaikan aspirasi dan kritikan kepada pemerintah Desanya.

Acara Jandom Bareng yang dikemas dengan gaya Diskusi dan diselingi music sederhana di dihadiri oleh para stakeholder Desa mulai Kades dan perangkatnya, BPD Wali Amanah Desa, Lembaga PKK LPMD, Tokoh masyarakat, dan  dihadiri  pula para OPD kabupaten Bojonegoro, mulai Dinas Kominfo yang diwakili oleh Joko Suharmanto, Dinas PMD Camat Sumberrejo beserta Sekcam dan kasi, juga praktisi dan akademisi dari Dosen STIKES Bojonegoro, Adib. Rabu 7/06/2017 di depan PONKESDES Pejambon.
Warga Desa Pejambon melakukan Jandom Bareng Kades


Acara jandom yang ke tiga ini  diadakan dalam satu bulan sekali, dan di padukan dengan kegiatan Forum rembug Desa sehingga  diharapkan benar benar menjadi media interaksi untuk menuju Solusi.

Banyak tema yang diangkat pada saat acara jandom bareng tersebut  diantaranya tentang Raskin, “ bahwa saya berharap tentang Pembagian Raskin yang selama ini Bagito ( bagi roto ) nanti akan diawali dari desa Pejambon beras Raskin diberikan benar benar kepada sasaran daftar nama penerima dan bisanya nanti dibahas pada acara Dialog dan diskusi jandom bareng berikutnya.” Kata camat Sumberrejo Drs. Ilham MM

Jandom Bareng PejambonTema berikut yang dikupas habis adalah Destinasi wisata Desa Pejambon, di sebutkan oleh Moderator bahwa pejambon mempunyai planning Destinasi wisata 5 obyek wisata diantaranya Taman Informasi, Musium Pertanian, flying Fox, kolam Renang, dan tempat out Bon.

Kata Adib dari praktisi dan akademisi “ bahwa jika Desa Pejambon akan membuat desa wisata maka harus merencanakan branding kuliner yang menjadi ciri khas Wasata desa Pejambon, dan kehadiran saya disini untuk mengenalkan kuliner special kepada panjenengan semua yaitu BANDENG  LOYO  DAN MINUMAN ASMARAKU, juga SULE  dan nanti  kita belajar bersama langsung praktek membuat kuliner makanan dan minuman  tersebut “.

“ Apa yang bisa dijual oleh pemerintah Desa Pejambon, jika ingin menjadi desa wisata, ini harus direnungkan sehingga nanti kedepan pejambon benar benar siap menjadi desa wisata dan para pengunjung nantinya menjadi puas setelah datang ke Pejambon “ kata Mahmudi Sekcam Sumberrejo.

Ada tema menarik yang dibahas pada puncak acara jandom bareng kades Pejambon diantaranya penentuan hari pelaksanaan festial yang mengundang tanggapan dari berbagai pihak mulai OPD kabupaten Lembaga Desa yang akhirnya disepakati Festival SUSU KEDELAI DAN ATRAKSI API jatuh pada tangal 29 Kamis Juni 2017 atau Lebaran hari ke 5 ( lima ).

Kalau ada yang bertanya siapa yang paling senang dengan acara seperti ini  ? jawabanya adalah saya  “  Ya beginilah maksud dan Roh dari OGP yaitu ada transparansi dari pemerintah Desa  dan ada partisipasi dari masyarakat, perencanaan dan masalah kita selesaikan dengan Diskusi,” kata Joko Suharmanto kabid pengelolaan informasi Publik Dinas Kominfo kabupaten Bojonegoro  sebagai penutup acara Diskusi Jandom bareng kades Pejambon.

Mahasiswa Unibraw Malang Lakukan Study dan Kajian Ke Pejambon

Written By Unknown on Kamis, 16 Maret 2017 | 19:38

KIM Akses Jaya - Setelah Desa pejambon kecamatan Sumberrejo kab. Bojonegoro mendapat predikat Desa terbuka ( open Government ), pemerintah Desa Pejambon sering mendapat kunjugan dari berbagai instansi baik swasta maupun  Instansi  Pemerintah. Seperti pada  ( 17/3/2017) Pemerintah Desa Pejambon  mendapat kunjungan dari mahasiswa UNIBRAW Malang  fakultas ilmu  Administrasi  ( OliVer )  yang di damingi Oleh Kominfo Bojonegoro.



Kunjungan kal ini dalam   rangka  kajian Desa Pejambon meraih  Desa terbuka ( open Government ) dalam  mengimplementasikan kebijakan Pemerintah mulai Pelayanan Masyarakat,  Pelaksanaan Pembangunan,  dan Pengelolaan keuangan, yang dipadukan dengan system  tertib Administrasi Pemerintahan.

Satu persatu pertanyaan diajukan oleh mahasiswa dari Malang tersebut yang dijawab oleh  ( abd.rokhman ) selaku kepala Desa Pejambon.

Salah satu hal  yang paling menarik menurut Mahasiswa Brawijaya tersebut adalah  penjelasan  dari kepala Desa,  proses   Desa Pejambon menuju  Pemerintah  Desa yang   terbuka,  dengan  adanya  beberapa Media  sebagai alat  interaksi  dengan masyarakat,

Diantaranya   media luar ruang, berupa Baliho,  spanduk, poster, liflet dan sticker, Media Tekhnologi Informasi, mulai Web desa, Facebook, Whatshapp dan layanan Nomor SMS Center  Desa. Media Tatap muka mulai Forum Dialog, Musdus, dan Musrenbang, serta adanya papan  Informasi sebagai  media di Lingkungan RT  yang paling sederhana.

Di samping dijelaskan oleh kepala Desa  Tentang  transparansi, dijelaskan  pula  tentang  partisipasi  Masyarakat  yaitu keterlibatan masyarakat mulai perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan kegiatan Pembangunan.

Setelah mendapat penjelasan  dengan  detail  mahasiswa   UNIBRAW  yang berasal  dari Medan   tersebut  merasa puas  dan untuk melengkapai  kajian dan study di desa pejambon    “ saya minta pak..! data  administrasi tentang  transfaransi  dan  partisipasi masyarakat sebagai bahan kajian dan study,  yang akan  saya bawa  ke kampus “ kata oliver pada akhir kunjunganya. (*/kimAJ)
Potensi Pejambon - Bojonegoro
 
Email : kimaksesjayapejambon@gmail.com
Copyright © 2011. KIM Akses Jaya Pejambon - All Rights Reserved
Sekretariat : Jl. R. A. Kartini No.272 Desa Pejambon
Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur